Yuk, Kenali Berat Ideal Anak dengan IMT!

 

Apa itu IMT dan Mengapa Penting untuk Anak?

Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui status berat badan seseorang. Berbeda dengan orang dewasa, perhitungan IMT pada anak-anak harus disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin. Mengapa ini penting? Karena anak-anak berada dalam masa pertumbuhan. Dengan menghitung IMT, kita bisa tahu apakah berat badan anak sudah ideal, kurang, berlebih, atau bahkan obesitas. Mengetahui status gizi anak sejak dini adalah langkah awal untuk mencegah berbagai masalah kesehatan di masa depan.



Cara Menghitung IMT Anak

Perhitungan IMT untuk anak sama seperti orang dewasa, yaitu dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan tinggi badan kuadrat (dalam meter).


Namun, hasil IMT ini tidak bisa langsung dibandingkan dengan tabel orang dewasa. Hasilnya harus dicocokkan dengan kurva pertumbuhan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) yang sudah disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin.

Contoh Kasus:

Mari kita hitung IMT untuk seorang anak laki-laki berusia 8 tahun.

  • Berat Badan: 25 kg

  • Tinggi Badan: 1,25 m

  1. Hitung IMT-nya:  


  2. Cek ke kurva pertumbuhan: Setelah mendapatkan IMT 16, kita lihat di kurva pertumbuhan anak laki-laki usia 8 tahun. Jika nilai 16 berada di antara persentil ke-5 dan ke-85, maka status gizinya normal. Jika di bawah persentil ke-5, berarti ia kurang gizi. Jika di atas persentil ke-85, ia kelebihan berat badan.

Catatan: Anda bisa menemukan kurva pertumbuhan ini dengan mudah di situs web kesehatan seperti CDC atau Kemenkes RI.


Contoh Menu Seimbang untuk Anak

Setelah mengetahui status IMT anak, kita bisa menyusun menu makanannya. Berikut adalah contoh menu harian yang seimbang untuk anak usia sekolah (6-12 tahun) dengan berat badan normal.


  • Sarapan:

    • Nasi goreng (dengan nasi merah) yang dicampur telur orak-arik dan potongan wortel.

    • Segelas susu rendah lemak.

    • Penting: Tambahkan buah-buahan seperti irisan apel atau pisang.

  • Camilan Pagi:

    • Sebuah pisang atau yogurt.

  • Makan Siang:

    • Nasi putih.

    • Lauk: Ayam panggang tanpa kulit.

    • Sayur: Tumis buncis dengan irisan tempe.

    • Buah: Potongan semangka.

  • Camilan Sore:

    • Biskuit gandum atau segenggam kacang rebus.

  • Makan Malam:

    • Nasi.

    • Lauk: Sup ikan (menggunakan ikan gabus atau salmon) dengan potongan tahu.

    • Sayur: Brokoli rebus.

    • Penting: Usahakan makan malam lebih awal dan hindari camilan berat menjelang tidur.


Permasalahan dan Solusi Gizi Anak

Berikut adalah beberapa masalah umum yang sering dihadapi orang tua terkait gizi anak, beserta solusinya:

Masalah 1: Anak Terlalu Kurus atau Berat Badannya Kurang

Penyebab: Anak pilih-pilih makanan, metabolisme cepat, atau porsi makan yang kurang. Solusi:

  • Pilih Makanan Padat Nutrisi: Berikan makanan yang kaya kalori sehat seperti alpukat, keju, dan kacang-kacangan.

  • Tingkatkan Porsi Makan: Tawarkan porsi makan yang lebih besar dari biasanya, atau tambahkan porsi camilan sehat.

  • Jadikan Makanan Menarik: Bentuk makanan menjadi karakter lucu atau hias piring dengan warna-warni agar anak tertarik.

  • Contoh Menu: Tambahkan butter kacang pada roti gandum saat sarapan, atau berikan camilan puding chia seed yang kaya nutrisi.

Masalah 2: Anak Mengalami Kelebihan Berat Badan atau Obesitas

Penyebab: Terlalu banyak konsumsi makanan olahan, minuman manis, kurang aktivitas fisik, atau porsi makan berlebihan. Solusi:

  • Batasi Gula dan Lemak: Kurangi minuman manis seperti jus kemasan, soda, dan camilan tinggi gula (permen, kue).

  • Ganti Karbohidrat Sederhana: Pilih nasi merah atau roti gandum utuh daripada nasi putih dan roti tawar.

  • Perbanyak Sayur dan Buah: Jadikan sayuran dan buah sebagai camilan utama.

  • Tingkatkan Aktivitas Fisik: Ajak anak bermain di luar, bersepeda, atau berenang setidaknya 30-60 menit per hari.

  • Contoh Menu: Ganti camilan biskuit dengan potongan buah, dan minuman manis dengan air putih.

Masalah 3: Anak Sulit Makan Sayur

Penyebab: Rasa sayur yang kurang disukai, tekstur yang aneh, atau kebiasaan tidak makan sayur sejak kecil. Solusi:

  • Sembunyikan Sayur: Campurkan sayuran yang dihaluskan (misalnya bayam) ke dalam adonan kue, sup, atau bakso.

  • Libatkan Anak: Ajak anak memilih sayur di supermarket atau ikut memasak. Anak akan lebih termotivasi untuk mencoba makanan yang ia buat sendiri.

  • Sajikan dengan Menarik: Buat bentuk sayuran menjadi karakter lucu, seperti wortel berbentuk bintang atau brokoli menjadi "pohon".

  • Contoh Menu: Sajikan sup ayam dengan potongan sayur yang kecil-kecil, atau buat smoothie buah yang dicampur sayuran hijau.


Pentingnya Menu Gizi Seimbang untuk Anak

 


Sebagai orang tua, memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang adalah prioritas utama. Gizi seimbang bukan hanya tentang makan banyak, tetapi tentang makan makanan yang tepat dalam proporsi yang benar untuk mendukung tumbuh kembang optimal, menjaga kesehatan, dan meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Apa Itu Gizi Seimbang?

Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan pemantauan berat badan secara teratur. Sederhananya, anak perlu makan berbagai jenis makanan dari semua kelompok makanan.

Mengapa Gizi Seimbang Sangat Penting bagi Anak?

  1. Mendukung Tumbuh Kembang Optimal: Nutrisi yang cukup membantu perkembangan tulang, otot, organ tubuh, dan otak anak.

  2. Meningkatkan Konsentrasi dan Belajar: Otak yang ternutrisi dengan baik dapat berfungsi lebih optimal, membantu anak lebih fokus di sekolah.

  3. Membangun Daya Tahan Tubuh: Vitamin dan mineral penting dari makanan seimbang memperkuat sistem imun anak, melindunginya dari berbagai penyakit.

  4. Mencegah Masalah Kesehatan: Gizi seimbang dapat mencegah obesitas, kekurangan gizi (stunting), anemia, dan masalah kesehatan jangka panjang lainnya.

  5. Membentuk Kebiasaan Makan Sehat: Membiasakan anak dengan pola makan seimbang sejak dini akan membentuk kebiasaan baik hingga dewasa.

Komponen Utama Gizi Seimbang (Isi Piringku)

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mengampanyekan "Isi Piringku" sebagai panduan sederhana untuk menerapkan gizi seimbang dalam setiap porsi makan. Ini adalah gambaran visual yang mudah diingat:


Dalam satu piring makan, komposisi makanan sebaiknya dibagi menjadi:

  • Makanan Pokok (2/3 dari setengah piring): Sumber karbohidrat yang menyediakan energi.

    • Contoh: Nasi, roti gandum, kentang, ubi, singkong, jagung.

  • Lauk-Pauk (1/3 dari setengah piring): Sumber protein untuk membangun dan memperbaiki sel tubuh.

    • Contoh: Ikan, ayam, daging merah tanpa lemak, telur, tempe, tahu, kacang-kacangan.

  • Sayur-sayuran (1/2 dari setengah piring): Sumber vitamin, mineral, dan serat.

    • Contoh: Brokoli, wortel, bayam, tomat, sawi, kangkung. Usahakan aneka warna.

  • Buah-buahan (1/2 dari setengah piring): Sumber vitamin, mineral, dan serat.

    • Contoh: Apel, pisang, jeruk, pepaya, mangga.

Panduan Tambahan untuk Gizi Seimbang

Selain komponen di atas, ada beberapa hal penting lainnya yang perlu diperhatikan:

  1. Minum Air Putih yang Cukup: Pastikan anak minum setidaknya 6-8 gelas air putih sehari untuk mencegah dehidrasi. 

  2. Batasi Gula, Garam, dan Lemak: Kurangi makanan dan minuman manis, camilan tinggi garam, serta makanan yang digoreng atau berlemak tinggi.

  3. Aktivitas Fisik: Dorong anak untuk aktif bergerak setidaknya 60 menit setiap hari. Ini bisa berupa bermain, berlari, bersepeda, atau olahraga lainnya.

Menu Seimbang Saat Ramadhan

Puasa merupakan ibadah yang penting bagi umat muslim di seluruh dunia. Selama bulan Ramadhan, umat muslim berpuasa selama sekitar 14-16 jam sehari, dan hal ini dapat menyebabkan perubahan pola makan yang signifikan. Oleh karena itu, penting untuk memilih makanan yang tepat dan seimbang selama bulan puasa untuk menjaga kesehatan dan mendapatkan nutrisi yang cukup.


Berikut adalah beberapa tips untuk menyusun menu makanan yang seimbang selama puasa:


Konsumsi makanan tinggi serat dan karbohidrat kompleks

Makanan yang tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama selama puasa. Karbohidrat kompleks seperti roti gandum, nasi merah, dan kentang akan memberikan energi yang bertahan lama, sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah.


Konsumsi protein seimbang

Protein adalah nutrisi penting yang membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Konsumsilah sumber protein yang seimbang seperti daging tanpa lemak, ayam, ikan, dan kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan protein Anda.


Konsumsi buah-buahan dan sayuran

Buah-buahan dan sayuran mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk kesehatan tubuh. Konsumsilah setidaknya 5 porsi buah dan sayur setiap hari.


Minum air yang cukup

Penting untuk tetap terhidrasi selama puasa. Konsumsilah setidaknya 8 gelas air per hari dan hindari minuman manis yang dapat menyebabkan dehidrasi.


Batasi konsumsi makanan berlemak dan berkalori tinggi

Makanan yang tinggi lemak dan kalori dapat menyebabkan perut kembung dan meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular. Batasi konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh, gula, dan garam.


Makan dalam porsi kecil dan teratur

Makan dalam porsi kecil dan teratur dapat membantu menjaga kestabilan gula darah dan meminimalkan rasa lapar saat puasa. Hindari makan berlebihan saat berbuka puasa dan sahur.


Dengan memperhatikan tips di atas, Anda dapat menyusun menu makanan yang seimbang selama puasa. Ingatlah bahwa puasa bukan alasan untuk makan berlebihan atau makan makanan yang tidak sehat. Cobalah untuk memilih makanan yang tepat dan memenuhi kebutuhan nutrisi Anda selama bulan Ramadhan.

Memasak Untuk Jualan


Selasa, 1 Muharram 1443 Hijriyah menjadi awal Kami membuka usaha kuliner dengan produksi mandiri. Ayam goreng menjadi pilihan pertama karena konon katanya persiapannya ngga butuh waktu lama. Padahal beuh sebagai pemula yang ngambil usaha kuliner ini extra miles banget. 


Subuh-subuh sudah berangkat ke pasar. Puyeng banget, ini orang-orang pada ngapain sampe bejibun. Pantas saja Islam sangat aware dengan adab masuk ke pasar, ternyata memang banyak cobaannya. 

Yuk kita berdoa dulu :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.


Pertama kali masuk ke pasar sudah bingung banget mau parkir dimana. Beruntung ada celah nyempil mepet tempat jualannya seorang Ibu penjual kembang tahu. Satu masalah selesai, kita akan lanjutkan petualangan menuju tujuan utama yaitu mencari tempat penjual ayam. Terbelalak menyaksikan jejeran tukang penjual ayam. Bingung-bingung de ah... Namun tetap fokus mencari ayam yang masih segar dengan harga terjangkau. Beberapa kilo ayam sudah kami kantongi, mulai menyisir bumbu, perlengkapan bungkus makanan dan pelengkap ayam seperti timun, seladah bokor dan lain-lain. Kiranya cukup petualangan pertama masukpasar hari ini. Semoga tidak membuat kami kapok, karena mungkin hal ini akan kami lakukan secara rutin. Meski sedikit tersirat kita akan mendelegasikan kepada ahlinya. Hihihi... alias nitip.


Produksi perdana sempat terjadi drama, karena ada slek antara resep yang kita baca dengan kenyataan yang ada di depan mata. OMG ternyata kita hanya melihat resep sebatas untuk satu kilogram, padahal daging yang kita beli lebih dari satu kilogram. Solusinya kita kalikan saja resep untuk satu kilogram dengan persediaan bahan yang sudah tersedia. Ternyata terjadi jomplang dibeberapa bumbu masak. Solusinya berangkat ke warung terdekat untuk menutupi kekurangannya. Semoga masih kebagian karena waktu sudah menunjukkan siang menuju sore hari.


Waktu terus berjalan kumasih berjibaku dengan produksi. Sempat sedikit ragu apa harus hari ini juga. Namun sang partner terus menyemangati kita bisa memulainya sekarang juga. Pelan tapi pasti sebelum magrib semua sudah tersedia. Kita saling bahu-membahu, sampai anak-anakpun dikerahkan. 


Taraaa... semua sudah dijajakan ditempat jualan. Bismillaah... Kita mulai hari ini keluar dari zona nyaman. Kita tampil di depan tepatnya lebih depan karena gerobak kita diletakkan di depan pagar rumah. 


Azan magrib berkumandang, tangtingtung pemberitahuan whatsapp mengabarkan bahwa hari ini bertepatan dengan tahun baru Islam. Artinya ada kesesuaian pemaknaan hijrah. Saat inilah waktunya kita memulai berhijrah dari zona nyaman.


Terima kasih tak terkira untuk team keren yang tiada duanya. Kita berproses bersama ya my lovely husband, my lovely sons ; Abang, Aa dan Kaka. Tiada daya dan kekuatan kecuali hanya kepada Allah SWT.




Pengertian Gizi




Gizi atau nutrisi adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan semua zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan fungsi normal dari sel-sel dan jaringan tubuh. Zat gizi ini mencakup berbagai jenis makro dan mikronutrien yang diperlukan oleh tubuh, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, serat, dan air.
Protein, karbohidrat, dan lemak adalah tiga macam zat gizi utama yang diperlukan oleh tubuh untuk membantu dalam memperoleh energi yang diperlukan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, bekerja, dan berolahraga. Protein juga diperlukan untuk membangun dan memperbaiki sel-sel tubuh, sedangkan karbohidrat dan lemak membantu menjaga fungsi normal organ tubuh dan mengatur sistem metabolisme.
Vitamin dan mineral adalah jenis zat gizi mikronutrien yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah kecil, tetapi tetap sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Vitamin membantu dalam menjaga fungsi normal sistem kekebalan tubuh, sementara mineral seperti kalsium dan besi membantu menjaga kesehatan tulang dan menjaga keseimbangan darah.
Serat adalah jenis zat gizi yang tidak dicerna oleh tubuh, tetapi tetap sangat penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mencegah masalah pencernaan seperti sembelit dan wasir. Air juga sangat penting untuk tubuh, karena membantu menjaga fungsi normal sel-sel tubuh dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.
Oleh karena itu, gizi yang seimbang dan cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh yang optimal dan mencegah berbagai masalah kesehatan yang mungkin terjadi akibat kekurangan atau kelebihan nutrisi.
Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kekurangan energi, kelemahan otot, masalah kesehatan tulang, masalah kulit, dan masalah sistem kekebalan tubuh. Di sisi lain, kelebihan nutrisi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.
Untuk memastikan bahwa tubuh mendapatkan gizi yang cukup dan seimbang, sangat penting untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bervariasi dari berbagai kelompok makanan, termasuk protein, sayuran, buah-buahan, biji-bijian, lemak sehat, dan produk susu. Selain itu, menghindari makanan yang mengandung banyak gula, garam, dan lemak jenuh juga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
Selain dari makanan, olahraga dan kegiatan fisik yang teratur juga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan membantu tubuh mengelola gizi dengan lebih baik. Olahraga dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan memperkuat otot dan tulang, sehingga tubuh dapat memperoleh manfaat optimal dari makanan yang dikonsumsi.
Secara keseluruhan, gizi adalah faktor yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh yang optimal dan mencegah berbagai masalah kesehatan yang mungkin terjadi. Dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bervariasi dan mengikuti gaya hidup yang sehat, kita dapat memastikan bahwa tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh secara optimal.
Namun, terkadang terdapat situasi di mana seseorang tidak dapat mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan yang dikonsumsi. Contohnya pada individu dengan kondisi medis tertentu, ibu hamil, anak-anak, dan orang tua. Dalam situasi seperti ini, suplemen gizi dapat menjadi pilihan untuk memastikan tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang cukup.
Suplemen gizi adalah produk yang mengandung nutrisi tertentu, seperti vitamin, mineral, atau protein, dan dapat digunakan untuk menggantikan atau menambah asupan nutrisi seseorang. Namun, sebaiknya penggunaan suplemen gizi harus dilakukan dengan hati-hati dan atas saran dokter atau ahli gizi, karena terlalu banyak mengonsumsi suplemen gizi dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Selain itu, faktor-faktor seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, stres, dan kurang tidur juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh dan kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi dengan baik. Oleh karena itu, menghindari faktor-faktor tersebut dan menjalani gaya hidup sehat secara keseluruhan sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi bagi kesehatan tubuh, pemerintah dan lembaga-lembaga kesehatan di seluruh dunia terus melakukan kampanye untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang gizi dan pentingnya makanan sehat.